Moonraker Karawang Baksos



Biasanya komunitas motor identik dengan perbuatan negatif atau ugal-ugalan. Namun tidak dengan Komunitas Moonraker Kabupaten Karawang.

Komunitas motor yang terdiri dari berbagai jenis sepeda motor yang mempunyai semboyan One For All – All For One ini menggelar kegiatan bakti sosial  yang di pusatkan di Mesjid Raya Bumi Telukjambe, Telukjambe Barat Kabupaten Karawang. Bakti sosial yang dilakukan adalah dengan memberikan santunan pada anak yatim piatu berupa paket sembako.

Pada Acara Bakti Sosial tersebut seluruh anggota Moonraker, juga Pengurus DKM Mesjid Raya Bumi Telukjambe serta Pimpinan  Miftahul Jannah, Ust. Kamaludin yang sekaligus didaulat memberikan tausyahnya.

Moonraker Karawang Baksos

Menurut ketua Umum Moonraker Karawang saat di temui mengatakan dengan kegiatan ini disamping menjaga kekompakan sesama anggota Komunitas Moonraker juga merupakan kepedulian terhadap sesama terutama kepada para anak yatim, selain itu dengan kegiatan ini untuk menghilangkan image negatif terhadap komunitas motor, kami ingin menciptakan suasana aman, tenang dan kondusif di wilayah Karawang.

“Dengan kegiatan ini kami berharap image masyarakat terhadap komunitas motor, khususnya komunitas Moonraker akan positif”, jelas Ketua Umum Moonraker Kabupaten Karawang.

Moonraker Karawang Baksos
Ustad Kamaludin yang merupakan Pimpinan dari Yayasan Miftahul Jannah Wadas yang saat itu hadir serta memberikan tausyahnya, saat dimintai pendapatnya oleh Sinfo Jabar mengatakan bahwa dirinya merasa bangga karena image masyarakat terhadap komunitas motor kebanyakan negatif, tapi tidak dengan komunitas motor Moonraker.

“Kami merasa bangga dengan anak anak muda yang tergabung pada komunitas motor Moonraker yang melakukan kegiatan bakti sosial dengan menyantuni anak yatim piatu. Kegiatan ini sangat positif ,” terang Ustad Kamaludin.

Dikatakan, selain itu Ustad Kamaludin juga berpesan kepada komunitas motor Moonraker yang rata rata masih anak muda untuk selalu mengadakan kegiatan yang positif, sebab tulang pungung Negara ada pada generasi muda. Dan teruslah perbaiki hubungan dengan kedua orang tua.

Sementara itu salah seorang anggota komunitas motor Moonraker, mengatakan kegiatan bakti sosial santunan anak yatim piatu digelar sangat positif. Dimana tujuan kegiatan ini adalah untuk menjalin kedekatan dan persahabatan dengan masyarakat.

“Kita ingin merubah image, bahwa tidak semua komunitas motor berbau negatif. Seperti yang komunitas motor Moonraker lakukan yaitu dengan memberikan santunan pada anak yatim piatu,” pungkasnya.

Laporan : WIJAYANTO PITRA-KUSMAWAN

Moonraker "Bandung Berdzikir"


Menyambut bulan suci Ramadhan, Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) dan Pemuda Hijrah Berbagi Hikmah (PHBH) mempersembahkan acara "Bandung Berdzikir" yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 03 Juni 2016.

Acara ini dihadiri oleh Ustadz evie effendie, dengan narasumber Masbeth (Moonraker), Kiki (Brigez), Pevi Permana (Skateboarder Indonesia) dan para pemuda lainnya yang akan berbagi hikmah dan mengajak taqwa.

Acara ini juga akan dijadikan momentum yang berarti buat klub motor Moonraker. Tidak hanya klub Moonraker, tetapi beberapa komunitas pun akan turut hadir dalam acara Bandung Berdzikir yang digelar di Masjid Al-ihsan stks dago (sebelum hotel jayakarta) kota Bandung.
kerja-bakti-moonraker
Para anggota membersihkan rumput dan got di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Minggu, 24 April 2016.*/DOK. MOONRAKER



Klub motor Moonraker bekerja bakti membersihkan lingkungan di Dago, Kota Bandung, Minggu, 24 April 2016. Lebih dari 200 anak muda yang bergabung dalam klub berlambang serigala dan sayap garuda itu, mencabuti rumput liar, membersihkan got, dan memunguti sampah dari sebagian Jalan Ir H Djuanda (Dago).

Kegiatan bertajuk Moonraker Indonesia Sport Club Beberes itu berlangsung sejak pukul 7.00 pagi di Terminal Dago, dilanjutkan ke Dago Bengkok, dan berakhir sekitar pukul 11.00 di depan Hotel Jayakarta.

Menurut Sigit Permana, Ketua Umum Moonraker Indonesia, program beberes yang dalam Bahasa Sunda berarti merapikan itu, bertujuan mendukung Pemerintah Kota Bandung dalam memperbaiki lingkungan. "Kami sudah ikut beberes Sungai Cikapundung, bareng Pak Ayi Vivananda, wakil walikota waktu itu. Lalu ikut pembenahan longsor di Curug Dago, yang juga area wisata, dan punya nilai kebudayaan bagi Kota Bandung," kata Masbon, pria yang dikenal sebagai Masbon, saat dihubungi oleh 'PR'.

Ia menuturkan asal ratusan pemuda yang terlibat, bukan hanya dari wilayah Dago dan sekitarnya. Banyak juga mereka yang menyempatkan hadir dari wilayah utara Bandung seperti Ciumbuleuit, Ledeng, dan banyak wilayah yang cukup jauh dari Dago.

kerja-bakti-moonraker


Ia berharap, pelaksanaan bakti sosial dan gerakan lainnya bisa menghapuskan citra negatif berandalan motor yang melekat pada Moonraker. Di samping penyelenggaraan agenda sosial dan lingkungan, para anggota Moonraker Syariah pun rutin mengikutikan tausiyah setiap Jumat. "Kegiatan-kegiatan ini diadakan supaya anak-anak (anggota Moonraker) berubah pola pikirnya. Tidak akan melakukan hal negatif lagi," ujar Masbon.

Moonraker-Earthday
DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES PEDULI LINGKUNGAN. Komunitas Earth Hour Subang, Reptil Lovers Kalijati, Club Motor Moonraker dan pelajar, serta Kepala BLH Suwarna Murdiaz dalam acara Pamanukan Goes Green and Clean, yang dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Pamanukan, Minggu (1/5).


Aktivis lingkungan dari berbagai komunitas mengadakan kegiatan Pamanukan Goes Green and Clean. Kegiatan yang didukung Earth Hour Subang, Reptil Lovers Kalijati, Club Motor Moonraker dan pelajar, dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Pamanukan, Minggu (1/5).

Ketua Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Subang Sansan Yulinsyah, Kabupaten Subang itu wilayahnya cukup luas. Bukan hanya kota Subang ada juga Selatan dan Utara yang lebih dikenal dengan Pantura. Smeua daerah dijaga kelestarian lingkungannya.

“Harapannya yaitu muncul sebuah kesadaran dari kalangan pemuda dimana, 5-10 tahun ke depan lingkungan ini harus tetap terjaga dan lestari dari berbagai polusi, sehingga bumi yang kita pijak ini tetap hijau. Save Earth Go Green,” ujarnya.
Agenda kegiatan yang bertemakan Pamanukan Goes Green and Clean, antara lain menanam 100 pohon, gerakan nyandak sampah, sosialisasi hemat energi dan savety ready dari club motor.

“Kesadaran dan kepedulian adalah tindakan yang nyata dari sebagian pemuda Subang untuk menjaga lingkungan agar tetap asri. Kita ingin mewariskan mata air bukan air mata untuk cucu kita di massa yang akan datang,” tuturnya.
GPL memiliki program unggulan yaitu recycel bank yaitu menukar sampah dengan sebuah buku untuk menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.

Sementara itu, anggota Moonraker Subang Rully mengatakan, menjaga lingkungan sudah menjadi kewajiban bersama. Terlebih Moonraker memiliki visi dan misi yaitu positif, produktif dan kondusif. Moonraker ingin memperbaiki citra di masyarakat. “Kami peduli lingkungan bukan hanya sebatas hari ini, tapi akan berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan itu akan berlanjut pada tanggal 9 Mei mendatang dengan menghadirkan anggota DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Subang Suwarna Murdias merespon positif dan berterima kasih dimana ada kalangan pemuda yang peduli terhadap lingkungannya. Kegiatan itu diharapkan terus berkelanjutan karena berkaitan dengan Hari Bumi dimana bumi perlu terus dijaga kelestarianya.

“Lingkungan hidup dan alam ini adalah tempat kita bernaung untuk hidup dan kehidupan anak cucu kita. Sumber daya air adalah sumber utama kehidupan manusia. Tanamlah pohon untuk kehidupan yang lebih baik,” tandasnya. (dan/vry)


Moonraker-Pusamania Borneo FC


Masih ingat laga Piala Bhayangkara antara Pusamania Borneo FC dan Sriwijaya FC pada 18 Maret  2016 kemarin ?

Apa yang terjadi di dalam stadion Si Jalak Harupat bisa dibilang aneh, bukan karena pertandingannya tetapi pendukung Pusamania Borneo FC terekam sedang menyimbolkan kata sandi Wanieun yang menyimpulkan mereka berasal dari klub motor Moonraker.

Moonraker-Pusamania Borneo FCKalau kita lihat mention yang beredar di twitter tentang Moonraker menjadi supporter bayaran dalam hal ini saya sudah verifikasi ke Ketua Umum Moonraker Indonesia bahwa Klub Moonraker terang-terangan rela memberikan dukungan bagi klub Pusamania Borneo FC pada pertandingan yang akan digelar tanggal 22 dan 24 Maret 2016, terkecuali pertandingan melawan Persib.

"Kami sudah dipinta oleh pihak Borneo FC untuk memberikan dukungan. Kami
dibayar oleh mereka." ujar Mas Bondz, Ketua Umum Moonraker Indonesia.

"Kami memang diminta datang untuk meramaikan stadion, supaya tidak terkesan pertandingan ini sepi penonton. Tetapi ya itu, kami datang sebagai suporter Borneo FC."

Ketua-Umum-Moonraker-Indonesia-Mas-BondzSaat ditanya soal klub mana yang sebenarnya ia dukung, Mas Bondz mengungkapkan, ia tetap pendukung setia Persib. "Begini, kalau Borneo FC main melawan Persib, saya dukung Persib. Tetapi kalau Borneo FC lawan klub lain, saya dukung Borneo FC," tutur Mas Bondz, saat dihubungi melalui telepon.

Menjadi suporter dadakan ternyata enak juga. Sebab, selain menerima uang, mereka juga mendapat kaos termasuk parkir, tiket masuk stadion dan pengawalan dari pihak Kepolisian.

Meski mendapat uang dari bisnis suporter bayaran ini, Mas Bondz menuturkan sebenarnya uang yang mereka peroleh tersebut sebagian akan dimasukkan ke Kas karena klub ini butuh income untuk acara seperti Bakti Sosial dan intinya bukan untuk memperkaya diri sendiri, dalam hal ini ia menjelaskan panjang lebar.

Ya memang sangat unik penghasilan yang mereka terima ternyata dikumpulkan dan digunakan untuk sumbangan pada berbagai badan kemanusiaan.

moonraker-syariah


BANDUNG, (PRLM).- Berandalan motor pernah menjadi berita utama media massa. Nyaris semuanya membicarakan kiprah negatif berandal bermotor, mulai dari mengganggu kenyamanan pengguna jalan, sampai terlibat kriminal. Berandalan bermotor bahkan sempat dibubarkan aparat.

Semua pemberitaan buruk itu sempat membuat Ebeth (36) tak mau berbicara dengan media. Pentolan Moonraker Bandung bernama asli Dedy Jumena ini memilih menarik diri. Upaya untuk memperbaiki citra berandalan bermotor sempat dilakukan, seperti penanaman pohon ataupun aksi sosial. Tapi, semua itu tidak mengikis catatan buruk berandalan bermotor.

Menurut Ebeth, belakangan angin perubahan mulai datang. “Sekarang sudah mulai berubah. Gesekan antar kelompok juga tidak seperti dulu,” kata Ebeth, Senin (15/2/2016).

"XTC Hijrah, BRIGEZ Berdzikir, dan GBR Berwudhu tengah menggagas program Pemuda Hijrah Berbagi Hikmah"

Kondisi ini mendukung gerakan perubahan yang diusung oleh Moonraker Syariah. Kegiatan rohani kini mendapat tempat di kalangan anak motor. Gejala ini tidak hanya berlaku di Moonraker. Kelompok-kelompok lainnya juga mulai merambah ke kegiatan rohani, meski bentuknya belum melembaga seperti Moonraker Syariah. Sebut saja gerakan XTC Hijrah, BRIGEZ Berzikir, juga GBR Berwudhu.

Ebeth mengatakan, masing-masing perwakilan kelompok ini bahkan sedang merencanakan sebuah program yang dinamai Pemuda Hijrah Berbagi Hikmah. Perwakilan dari kelompok-kelompok ini akan keliling sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman melahirkan pribadi baru yang lebih baik. Belum terang kapan kegiatan ini akan digulirkan. Tapi, upaya mengarah ke sana sudah dimulai.

“Empat orang perwakilan organisasi ini kemarin diundang ke TVRI, kami juga sudah bertemu ustaz Arifin Ilham. Harapannya bisa menginspirasi anak muda lain yang juga ingin berubah,” kata salah seorang penggagas Moonraker Syariah ini.

Moonraker Syariah sendiri rencananya akan didirikan di daerah lain, seperti Garut, Cirebon, Subang, dan Purwakarta. Targetnya, setiap cabang Moonraker punya Moonraker Syariah.

Cara ini, kata Ebeth, jauh lebih efektif ketimbang upaya pemerintah dan penegak hukum membubarkan atau sekadar mengganti nama organisasi. Sebab bukan nama baru yang membawa perubahan. Perubahan pada masing-masing pribadilah yang akan membawa perbaikan. (Catur Ratna Wulandari)


moonraker-syariah


BANDUNG, (PRLM).- Dedy Jumena (36) tidak langsung meladeni permintaan wawancara PRLM dengan salah seorang pentolan Moonraker. “Ini sudah mau azan Zuhur, ngobrolnya setelah salat aja gimana?” kata pria yang akrab dipanggil Ebeth ini, Senin (15/2/2016).

Satu jam berselang, ia menepati janjinya. Di sebuah kedai bakso di Jalan Ternate, Kota Bandung, ia bercerita tentang hijrah dan terbentuknya Moonraker Syariah.

moonraker-syariahSetelah bersalaman, Ebeth memperkenalkan tiga kawannya yang sedang makan siang bersama. Mereka ini aktivis Moonraker Syariah. Meski berlabel syariah, jangan bayangkan penampilan mereka dengan gamis atau sarung, juga kopiah yang selalu terpasang di kepala. Gayanya masih khas anak muda. Seperti anak muda lainnya, mereka masih senang mengenakan jeans dan kaos oblong. “Tetap funky, tapi syar’i,” ujarnya.

Moonraker sempat dikenal sebagai salah geng motor terbesar di Jawa Barat, barangkali juga di Indonesia. Berbagai kasus kriminal yang melibatkan geng motor, membuat kelompok ini dilabeli berandal bermotor. “Anggapan negatif masyarakat tidak bisa dielakkan, walapun di dalamnya tidak sebegitunya juga. Buktinya, Moonraker ini bisa bertahan 30 tahun itu juga karena ada sisi positifnya juga,” katanya.

"Dulu semboyannya Speed Maniac, sekarang Speed to Taqwa"

Sejak berdiri pada 1978, kelompok ini asyik dengan kegiatan yang berkaitan dengan motor. Salah satunya, adu kecepatan di jalan. Sampai jumlah anggotanya membesar dan menyebar ke seantero Indonesia, kelompok ini tidak pernah menyentuh urusan rohani. Meninggalkan salat, mabuk, juga ugal-ugalan di jalan itu salah satu perilaku anggota yang dulu kerap dijumpai.  “Urusan rohani itu dulu dianggapnya urusan sendiri-sendirilah,” kata Wandi Rukmawan (45) yang bergabung dengan Moonraker di tahun awal pendiriannya.

Sejak enam bulan lalu, urusan rohani ini justru jadi bahan perbincangan rutin di kalangan Moonraker. Ebeth bersama beberapa kawannya mempelopori berdirinya Moonraker Syariah. Seminggu sekali mereka mengadakan pengajian di Masjid Ar-Rahman, Terminal Dago. Selepas Isya mereka berkumpul di sana mendengarkan siraman rohani dari ustaz.

Pengajian pertama hanya dihadiri 16 orang. Kini pesertanya bias mencapai 60 orang. “Dibandingkan anggota Moonraker di Bandung saja, jumlah itu sangat kecil. Tapi ini kan niat baik untuk menuju takwa. Dulu semboyannya Speed Maniac, sekarang Speed to Taqwa. Kalau dulu balapnya di jalan, sekarang berlomba-lomba menuju takwa,” ujar Ebeth. (Catur Ratna Wulandari)

Moonraker-Syariah


Coblong, Kota Bandung- Penyuluh Kecamatan Coblong Kota Bandung bekerjasama dengan “Moonraker Syariah” menyelengarakan kegiatan Tabligh Akbar dengan tema “Speed To Taqwa” bertempat di Masjid Ar Rahman Terminal Dago Kota Bandung, Sabtu (05/2). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Drs. H. Edwin (salah seorang Anggota DPRD Kota Bandung),  Camat Kec. Coblong, Kepala KUA Kec. Coblong dan Ketua BNN Kota Bandung.

Tampil sebagai penceramah dalam tabligh akbar ini adalah mubaligh muda yang konsen terhadap persoalan-persoalan remaja saai ini yakni  Ust. Dadang Komaridun, S.Pd, Ust. Iwa Muttaqin dan Ust. Evi Effendi. Dalam ceramahnya mereka menyampaikan tentang pentingnya memanfatkan masa muda untuk berkarya dan beribadah kepada Allah Ta’ala agar dapat hidup mulia serta Islam sebagai agama Rahmaran lil Alamin.

 Dadang Komarudin, S.Pd Ketua Pelaksana kegiatan ini dalam keterangnnya mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Tabligh Akbar ini adalah untuk mengkoordinir dan memfasilitasi remaja-remaja yang selama ini lebih akrab dijalanan dan identik dengan kebut-kebutan bahkan kekerasan agar dapat diajak kembali belajar mengaji dan memahami Islam sebagai rahmatan lil alamin. Selain itu sebagai Penyuluh Agama Islam, Dadang Komarudin, S.Pd ingin menampilkan kepada masyarakat bahwa institusi Kementerian Agama yang dengan jargonnya “bersih dan melayani” senatiasa istiqomah melaksanakan program-program pembangunan keagamaan. .

 Kegiatan tabligh akbar bersama “Moonraker Syariah” dengan tema “Speed To Taqwa” di Masjid Ar Rahman ini telah dilaksanakan sebanyak lima kali setiap Jum’at malam yang dimulai pada pukul 19.00 s.d 21.00 WIB.

Moonraker-Syariah
Suasana tabligh akbar Moonraker Syariah yang dilakukan di Masjid Arrahman Darul Ilmi Dago, Jumat (5/2/2016) malam (Foto By: Pikiran Rakyat Bandung)


BANDUNG, (PRLM).- Citra negatif sudah kadung melekat pada Moonraker. Disebut sebagai berandalan bermotor, kelompok ini kerap dianggap lebih dekat dengan maksiat. Moonraker Syariah mencoba melawannya. Bukan untuk pencitraan, tapi upaya perbaikan diri selagi masih punya kesempatan.

Dedy Jumena (36) atau yang akrab dipanggil Ebeth masih merinding setiap mengingat perjalanannya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah. Hari-hari dihabiskan untuk bertafakur. “Saya yang ibaratnya setengah hidup saya ini isinya dosa, bisa sampai ke sini (Tanah Suci). Di sana jadi ingat perjuangan Nabi Muhammad, juga Nabi Ibrahim, malu saya,” ujar pria berkacamata ini.

Ibadah umrah beberapa tahun silam menjadi titik baliknya. Selagi masih punya kesempatan, ia ingin memperbaiki diri. Dari hal-hal mudah, misalnya tidak meninggalkan salat. Seasyik apapun kegiatannya tidak lantas membuatnya meninggalkan salat. Ia mulai meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar agama. Semangat memperbaiki diri ini kemudian ditularkan pada teman-teman yang lain. Dari sanalah ide membentuk Moonraker Syariah bermula.

Bersama teman-teman seide itu, Ebeth mencari-cari tempat untuk berkumpul. Lantaran tidak bermukim di satu wilayah, cukup sulit mencari masjid yang mau menampung kegiatan mereka. “Sampai akhirnya kami lagi makan nasi goreng di dekat Terminal Dago. Ternyata di sekat situ ada masjid yang belum jadi, kebetulan kami kenal marebotnya. Setelah minta izin, kami diperbolehkan pengajian di situ setiap Jumat,” tutur Ebeth.

Sekarang kalau azan salat dulu. Hobi tetap jalan, tapi salat enggak ditinggal
Sejak enam bulan lalu secara rutin mereka menggelar pengajian selepas salat Isya. Ustaz diundang untuk berceramah. Tidak sembarang ustaz yang diundang. Hanya ustaz yang bisa ‘berbicara’ dengan anak muda yang akan diundang. Cara penyampaian ini penting menurut Ebeth. Berbicara dengan anak-anak muda, khususnya anggota Moonraker, perlu kepiawaian khusus. Salah cara dikhawatirkan justru membuat alergi. “Kalau isinya menghakimi, malah tidak bisa diterima. Saya juga nggak mau digituin,” kata Ebeth.

Ebeth juga tidak mau pengajian ini terjebak pada aliran-aliran tertentu. Ia ingin pengajian ini bisa dinikmati oleh siapapun. Anak muda, orang tua, anggota Moonraker, anggota kelompok lain, juga masyarakat luas.

“Lumayan efeknya, yang semula datang pakai celana jins bolong-bolong sekarang pakai sarung. Ada yang dulu punya dua tindik, sekarang dilepas satu,” kata Ebeth. Perubahan kecil ini justru menggembirakan. Pertanda masing-masing orang tengah berproses. Ia justru tidak ingin perubahan itu terjadi drastis.

Dua pekan lalu, mereka mengadakan tabligh akbar. Dari jumlah yang hadir, acara ini tergolong sukses. Jika pengajian rutin maksimal hanya 60 orang, hajatan kemarin dihadiri ratusan orang. Setelah kegiatan itu, beberapa orang menyatakan ketertarikannya mengikuti pengajian. “Ada yang ingin datang tapi malu. Mereka berpikir kalau datang pengajian itu ngajinya sudah jago, ilmunya sudah tinggi. Padahal mah nggak. Siapapun boleh datang,” katanya.

Ebeth menyadari, upaya membentuk Moonraker Syariah ini tidak bisa lepas dari prasangka pencitraan. Tapi, ia tidak mau penilaian orang menghentikan upaya untuk memperbaiki diri. “Niatnya lillahitaala. Ini niat kami untuk jadi lebih baik,” ujarnya.

Menjalankan syariat agama, menurut Ebeth, tidak lantas membuat mereka meninggalkan kegemaran mereka mengutak-atik motor. “Bedanya, sekarang kalau azan ya salat dulu. Hobi tetap jalan, tapi salat enggak ditinggal,” ucapnya. (Catur Ratna Wulandari)

Diincar Syiah, Geng Motor Bandung Perkuat Akidah

Ada pemandangan berbeda dari dialog terkait bahaya Syiah di Kantor Wali Kota Bandung. Nyatanya para peserta tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari berbagai ormas Islam, tetapi juga perwakilan geng motor kota Bandung Brigez dan Moonraker. 

Kiki Brigez“Kita takut aliran Syiah itu menghampiri kita (geng motor) juga, kita dari Brigez, Moonraker dan XTC, berjaga-jaga agar geng motor tidak menjadi sasaran Syiah, karena bisa jadi mereka berusaha menjadikan kami sebagai pagar untuk melawan Ahlus Sunnah,” ujar Kiki, perwakilan geng motor Brigez kepada Islampos, Selasa (27/10/2015).

Pria berusia 31 tahun ini menjelaskan jika kelompok Syiah dari Yayasan Muthahari mulai melakukan pendekatan kepada komunitas geng motor.

“Syiah memberikan kemudahan-kemudahan untuk geng motor agar anggota geng motor terbujuk masuk ke aliran mereka, ini bahaya sekali,” tambahnya.

Sementara itu, Diki perwakilan dari klub motor Moonraker menyatakan, geng motor kerap kali melakukan kegiatan rohani demi mencegah masuknya pemahaman Syiah. Kegiatan rohani ini di antaranya dengan melakukan dzikir bersama pemuda, pemberian siraman rohani dan kegiatan sosial lainnya.

Diki Moonraker
“Kami seringkali melakukan pengajian bersama di Dago. Selama tiga tahun kami dibina oleh MUI,” ujar Diki.

Selama perjalanan di Moonraker, Diki menyadari bahwa hidup itu tidak boleh begini-begini saja, harus ada perubahan.

“Akhirnya pimpinan kami berinisiatif untuk mengundang MUI agar memberi ilmu dan pencerahan kepada kami,” tambahnya.

Diki menyatakan, mereka seringkali mengaji tentang bab tauhid dan sirah sahabat. Ini dilakukan karena Syiah kerap melakukan pengkafiran terhadap Sahabat Nabi SAW.

Ditanya terkait harapan geng motor terhadap Ridwan Kamil terkait pencegahan Syiah di kota Bandung, Diki berharap Walikota Bandung itu bisa lebih merapat kepada ulama Ahlus Sunnah. Diki berharap agar Ridwan Kamil bisa melarang kegiatan-kegiatan Syiah di kota Bandung.

Sejauh ini, kata Diki, sudah ada koordinasi dengan geng motor kota Bandung untuk menghalau Syiah. Selain dari pengajian, mereka sering turun bersama-sama untuk mengingatkan pemuda awam yang sengaja dibawa Syiah mengikuti ritual, khususnya perayaan Asyuro di stadion persib sendiri.

“Kami (Brigez, Moonraker, Xtc dan geng motor lain) sering melakukan pengajian bersama, jika dulu kita bermusuhan, hari ini Islam telah menyatukan kita,” tutup Diki.

Berikut salah satu video dokumentasi bagaimana Brigez, Moonraker, XTC menunjukkan persaudaraannya dengan mengedepankan nilai keislaman.



Sumber : Islampos

moonrakerclub.com


Klub motor tertua di Bandung, itulah predikat yang disandingkan dengan nama Moonraker. Klub motor ini dibentuk pada tahun 1978 dan banyak dianggap sebagai inspirasi bagi beberapa maniak motor lainnya di Bandung untuk membentuk wadah-wadah perkumpulan baru. Sepenggal perjalanan dari Moonraker coba dijabarkan oleh salah satu anggota yang tergabung sejak tahun 1982, bernama Wildan.

“Saya sendiri agak kurang terlalu paham bagaimana awalnya Moonraker terbentuk. Cuma kalau penggunaan nama Moonraker, memang terinspirasi dari film James Bond. Saya sendiri memilih bergabung dengan alasan mendapatkan kenyamanan saat berada di antara anggota Moonraker. Selain itu, kami memang sama-sama memiliki ketertarikan yang kuat dalam balap motor,” jelasnya sambil tersenyum. Ia juga merasa bahwa sejak dulu Moonraker memang berbeda dengan klub motor lainnya, karena mereka lebih fokus dan total terhadap dunia otomotif. Itu mengapa anggota Moonraker dijuluki speed maniac.

Wildan berkisah bahwa pada masa dia aktif, tak ada istilah tindakan kriminal atau pun berbagai kegiatan yang meresahkan. Boleh dibilang yang terjadi hanyalah kenakalan remaja semata. “Namanya juga cowok, kalau nggak kebut-kebutan ya berkelahi. Awal kami terlibat bentrok besar-besaran adalah saat ikut balapan resmi. Di sana kami merasa dicurangi oleh panita, dan beberapa suporter tim kami tidak menerimanya,” lanjut pria berkacamata ini.

Ia melihat, beberapa bentrokan lebih banyak disebabkan oleh masalah personal dan ego yang ada dalam setiap klub motor tak terbendung. Ingin mencari jati diri dan eksistensi melalui klubnya masing-masing membuat bentrok tak terelakkan. “Maklum saja, banyak anggota klub motor merupakan remaja yang sedang mencari jati diri. Sedikit saja tersentuh lawan, mereka tak ragu untuk mengibarkan bendera perang. Apalagi kekeluargaan di kami cukup kental. Satu saja berselisih, pasti yang lain akan ikut serta,” jelas salah satu anggota senior Moonraker ini.

moonrakerclub.com

Bagaimana kondisi Moonraker saat ini? Sekjen Moonraker, Dion, memaparkan bahwa berdasarkan kesepakatan bersama dalam Munas Moonraker, klub motor ini akan fokus di dunia otomotif. Bahkan dua tahun belakangan, Moonraker acap kali membuat acara otomotif seperti road race. “Melalui program ‘Bandung Kondusif’ di tahun 2010, kami sepakat untuk meniadakan tindakan kekerasan di jalanan. Sehingga kami membuat peraturan yang akan menegur keras anggota jika masih melakukan aksi kriminalitas di jalan,” tegasnya.

Dion juga menyatakan bahwa, saat ini Moonraker fokus untuk menjadi klub motor lebih baik. Moonraker pun menyadari, dulu banyak tindakan mereka yang meresahkan masyarakat. “Kami adalah aset bangsa. Oleh sebab itu, kami membutuhkan bimbingan dari pemerintah. Kalau sampai hari ini ada pelaku kriminal yang mengatasnamakan Moonraker, itu hanyalah oknum. Jadi, mohon jangan digeneralisir,” tambah Dion.

Dion berjanji jika ada anggota Moonraker yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, maka pihaknya siap memberikan hukuman pada anggota yang terbukti bersalah. Bahkan bila pihak aparat keamanan meminta, klub motor ini siap menyerahkan anggotanya untuk ditindak. “Masalah perselisihan antar klub motor di Bandung dapat diselesaikan, meski sulit. Syaratnya adalah ego dari setiap klub diredam, dan ada dukungan dari banyak pihak untuk sama-sama menghapus label buruk klub motor di mata masyarakat. Saat ini kami juga banyak melakukan hal-hal positif, tapi selalu tertutupi terus dengan pandangan negatif,” tutupnya saat ditemui di Bandung.


Andi Gilang Juara
Andi Gilang (tengah) berhasil menyabet podium pertama di race 2 balap Shell Advance Asia Talent Cup di Sirkuit Losail, Qatar, (29/3/2015).

Dikumandangkannya lagu 'Indonesia Raya' untuk pertama kali di ajang balap bergengsi Asia, ini merupakan momen bersejarah. Kebanggaan ini tentu mendongkrak semangat untuk menjadikan pebalap Indonesia semakin disegani di dunia balap internasional.

Andi Farid Izdihar atau yang akrab disebut Andi Gilang mempersembahkan kemenangan kepada bangsa Indonesia setelah berhasil naik ke podium tertinggi pertama kalinya dalam ajang Asia Talent Cup (ATC) di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (29/3/2015).

Start dari posisi ketiga, pebalap lulusan Honda Racing School tersebut mampu mempertahankan posisi untuk berada pada rombongan terdepan sepanjang balap ATC race 2. Dengan semangat balap yang gigih, Andi Gilang terus memacu Honda NSF250R tunggangannya sepanjang balapan berlangsung.

Memulai balapan dari tempat start ketiga, Gilang bertahan di rombongan depan sepanjang balapan. Dia beberapa kali memimpin, bergantian dengan Kazuki Masaki (Jepang), Nakarin Atiratphuvap (Thailand), dan Ayumu Sasaki (Jepang).

Andi Gilang Juara
Andi Gilang saat berebut posisi dengan pebalap Jepang Pada Asia Talent Cup.
Pada putaran ke-9, Takuma Kunimine (Jepang) terjatuh dan tak bisa melanjutkan balapan. Kunimine adalah juara balapan pertama Asia Talent Cup di Qatar, Sabtu (28/3/2015).

Persaingan memanas pada dua putaran terakhir dari total 14 lap balapan. Adam Norrodin (Malaysia) sempat menyodok ke urutan ketiga, di belakang Atiratphuvap dan Gilang.

Sementara itu, pebalap Indonesia lainnya, Gerry Salim, juga meraih hasil positif dengan finis pada posisi ketujuh dengan catatan waktu 31'05.982. Prestasi ini mendongkrak posisi Andi Gilang di klasemen sementara ATC ke posisi empat dan Gerry Salim di posisi tujuh.

Asia Talent Cup (ATC) merupakan ajang balap bergengsi yang digagas Dorna Sports penyelenggara MotoGP untuk mencari pebalap muda berbakat Asia. Tahun ini, ATC diikuti 22 pebalap dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Japan, Thailand, China, Australia, and Filipina.


Moonraker Baksos Banjir Indramayu

Bantuan bagi para korban banjir di Indramayu terus mengalir dari berbagai pihak. Tak terkecuali, dari Klub Motor Moonraker Indonesia Sport Club yang memberikan bantuan kepada para warga korban banjir di sejumlah titik wilayah tersebut.

Klub motor yang mempunyai cabang di wilayah Indramayu ini langsung bergerak ketika mendengar kabar banjir tersebut, awalnya cuma beberapa orang saja yang inisiatif membantu tetapi setelah Pimpinan Cabang Klub motor ini berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak Kepolisian setempat maka sekitar 30-an anggota klub ini langsung terjun ke sejumlah titik untuk membantu masyarakat yang terkena imbas dari banjir tersebut khususnya di wilayah Jatibarang yang terkena dampak paling parah.

Moonraker Baksos Banjir Indramayu

Sebagai anak-anak muda yang solid dan berjiwa sosial, mereka memobilisasi sumberdaya yang ada serta memberikan bantuan berupa sembako, mie instan, beras, telur dan obat-obatan.

"Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut kita benar-benar dapat membantu warga yang tertimpa musibah serta bantuan kita dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban warga.“ Jelas Teja, selaku Ketua Panitia Klub Motor Moonraker Cabang Indramayu.

Moonraker Baksos Banjir Indramayu

Bantuan ini sebagai wujud kepedulian klub motor Moonraker atas musibah yang menimpa warga Indramayu. Sebelumnya, sejumlah anggota klub motor ini juga turut membantu melakukan evakuasi warga yang menjadi korban banjir.

Musibah banjir yang terjadi sejak Senin (16/3) ini disebabkan karena tanggul sungai Cimanuk Indramayu yang jebol. Akibatnya ribuan rumah di 7 kecamatan Indramayu terendam banjir.


H. Ucok Gorok

Seperti sudah kita ketahui, Moonraker adalah sebuah nama klub hobi otomotif yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Selain itu, Moonraker bukan hanya sekedar nama klub yang banyak menorehkan prestasi di bidang olahraga roda dua saja tetapi Moonraker juga berhasil meraih prestasi dalam kontes lomba kicau burung.

Seperti yang dilansir oleh situs mediabnr.com, latpres awal bulan Merah Putih BnR berlangsung semarak dengan dihadiri lebih dari 500 kontestan. Di kelas murai batu terjadi pertarungan yang sengit. Pada sesi pertama, Rimba murai gebetan Reggie dari British SF yang sempat menghebohkan gelaran di Ciamis unjuk kebolehan. Juara satu diraihnya lewat roll nembak dengan gaya tarung nan menawan. Selain itu Reggie juga memasukan jenggot bernama Dayang Sumbi sebagai juara 2, kenari British juara 4-5 dan anis merah Solar urutan 4.

Masih kelas murai, Moonraker andalan H. Ucox Dago pada sesi awal duduki posisi runner up. Pada sesi selanjutnya, Moonraker Achen Bangka Comeback bersama Ratu Elizabeth merangsak ke urutan juara satu. Lewat pengawalan langsung sang pemilik, Moonraker tetap stabil di jalur juara.

Rimba, British & Dayang Sumbi Andalan British SF HL

Jhon Evo dari D3T Ablahu BC, kembali torehkan prestasi di kenari lewat Jhon Lennon yang merebut juara 1 dan 2. Nama Jhon dan Ablahu BC semakin diperhitungkan, mengingat prestasi demi prestasi selalu direngkuh pria kalem ini.

Ratu Elizabeth, LB Achen Bangka setelah lama absen kembali unjuk gigi dengan meraih juara 1 dan 2. Ini merupakan debut perdananya pasca istirahat panjang, meski begitu LB yang pernah curi juara kelas nasional ini tampil mempersona. Audi LB RJM dari LB Lembang cetak double winner. Sedangkan Anggun, LB lawas milik Andrik Bring Back berhasil curi gelar juara kelas Merah Putih.

sumber: mediabnr.com
Pasadena MC
Pasadena MC, salah satu klub motor tertua di dunia.
Hobi yang sama dapat membuat sekelompok orang mendirikan klub. Hal ini dilakukan karena melakukan hobi secara berkelompok dianggap lebih mengasyikkan daripada sendirian. Diantara banyak klub hobi, salah satu yang menarik adalah klub motor.

Sejarah klub motor di dunia cukup panjang, dimana beberapa di antaranya telah didirikan lebih dari 100 tahun yang lalu.

Apa saja klub motor tertua di dunia? Kapan mereka didirikan? Berikut ulasannya seperti yang dilansir Ridermagazine, Senin (2/3/2015).

1. Oakland MC, August 1907

Di urutan ke-4 ada Oakland MC yaitu klub motor yang didirikan pada Agustus 1907 di California. Pada tahun 2007 lalu, klub ini merayakan ulang tahun yang ke-100. Oakland MC sering menggelar acaran di sekitaran Club Hall yang telah mereka tempati sejak 1983.

Saat ini, kegiatan rutin mereka adalah Three Bridge Run, kegiatan jalan-jalan malam yang rata-rata menarik sekitar 400 pengendara/bikers. Kegiatan populer lainnya adalah Sheetiron Dual-Sport Run, yaitu lomba lari selama 2 hari sejauh 300 mil.

2. Pasadena Motorcycle Club, 1907

Pasadena Motorcycle Club (PMC) didirikan pada Senin, 20 Mei 1907 di Pasadena, California, AS. PMC merupakan klub motor ke-3 tertua di Amerika Serikat.

Sejak pembentukannya, PMC masih aktif, termasuk selama Perang Dunia I dan II. PMC memiliki beberapa organisasi nonprofit. Mereka juga terkenal bukan sebagai klub motor yang sering melakukan hal-hal negatif. Sebaliknya, mereka bahkan sering melakukan kegiatan amal.

3. San Francisco MC, 1904

Klub motor ke-2 tertua di dunia adalah San Fransisco Motorcycle Club yang didirikan pada November 1904 di San Fransisco, AS. Klub motor ini memiliki 12 deklarator sekaligus pendiri.

Tahun 1906, markas SFMC hancur oleh gempa hebat. Tetapi setelah itu, klub ini kembali bangkit. Sampai saat ini, diperkirakan jumlah anggotanya lebih dari 500 orang.

4. Yonkers MC, 1903

Inilah klub motor tertua di dunia, Yonkers Motorcycle Club yang didirikan pada tahun 1903. Klub motor ini didirikan oleh George Eller di New York, AS. Klub motor ini memiliki semboyan terkenal yaitu "if you can't party, go home!"

Pada tahun 2007, Yonkers MC ikut serta dalam Sturgis Rally, sebuah pameran klub sepeda motor dunia. Di sana, mereka menampilkan foto-foto bersejarah klub motornya.

Yonkers MC
Yonkers MC, klub motor tertua di dunia (Foto: http://www.ridermagazine.com/)
brigez berdzikir
Zikir K. H. Muhammad Arifin Ilham yang digelar bersama OKP Brigez Indonesia

Kemunculan geng motor yang selama ini kerap mendapat persepsi negatif, tampaknya mulai bisa diperbaiki. Pasalnya, geng motor bernama Brigez menyatakan diri untuk tobat dari kemaksiatan. Hal ini tentunya diharapkan berdampak positif pada geng motor lainnya di Indonesia.

Melalui akun Fans Page (FP) Facebook K. H. Muhammad Arifin Ilham, pengasuh Majelis Zikir Az-Zikra ini mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas inisiatif kelompok geng motor Brigez yang meminta dirinya memimpin zikir untuk membimbing ribuan biker tersebut hijrah batiniyah atau bertaubat.

Dengan dukungan besar antusiasme warga Bandung, Arifin Ilham turut mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut "berhijrah" dengan menghadiri zikir akbar yang akan dilaksanakan kembali di Masjid Az-Zikra, sentul, Bogor pada Ahad, 10 Jumadil Awal atau 1 Maret 2015, mulai pukul 07.00 WIB.

brigez berdzikir

Tak hanya diikuti ribuan pezikir, zikir yang diadakan di Masjid Raya Kota Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (21/2/2015) ini juga dihadiri Acil Bimbo dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendukung penuh aksi tobat geng motor Brigez. Geng motor yang memiliki anggota sekitar 5.000 di Bandung itu baru saja melakukan aksi zikir bersama Ustaz Arifin Ilham di Masjid Agung Alun-alun.


"Gini ya, lebih baik mantan preman daripada mantan ustaz. Kalau ada dulunya persepsi negatif, lalu kini mereka ingin merubah dengan cara-cara baik, tentu harus didukung," kata Emil di Bandung.

Bapak Walikota itu mengaku menyaksikan langsung acara silaturahmi dan zikir bersama yang dihadiri keluarga Brigez se-Jawa dan Bali. "Saya waktu itu (Sabtu) datang dan menyaksikan sendiri," terangnya.

Menurut Emil, mengubah pola pikir orang itu mesti pelan-pelan dan tidak harus dilawan secara fisiknya. Tapi dengan adanya dukungan dari berbagai pihak stigma negatif bisa dibalikan.

Dia juga berharap apa yang dilakukan Brigez bisa menjadi titik balik cap buruk geng motor selama ini dan menghimbau kelompok motor lainnya melakukan hal sama dalam bentuk mengisi rohaninya dalam hal-hal baik. Sehingga warga tahu ada proses perubahan ke arah lebih baik.

Begitu juga tanggapan dari salah satu anggota Klub Moonraker yang hadir ke acara tersebut, "Acara ini bukan hanya sekedar berdzikir, tetapi ini merupakan acara yang kreatif dan sungguh mulia sekali, Brigez merelakan waktunya untuk mengadakan acara yang bermanfaat bagi para anggotanya dan orang lain, mereka yang hadir diharapkan dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta dapat menjalankan ibadah bersama-sama walau kontribusinya tidak sebesar presiden yang mengambil keputusan yang dapat berdampak untuk seluruh rakyat Indonesia, minimal bagi para anggota atau geng motor lainnnya. Insyaallah mereka semua dirahmati oleh Allah SWT." Tutup anggota dari Klub Moonraker.


Kang JJ

Biker asal Bandung, Jeffrey Polnaja (Kang Jeje) mendaulat diri sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil menjelajah benua Amerika dari titik paling utara menuju selatan.

Perjalanan dimulai dari Deadhorse, Prudhoe Bay, Alaska, kota paling utara di benua tersebut hingga finish di  Ushuaia, kota paling selatan di muka bumi yang berada di provinsi Tierra del Fuego, Argentina. Penjelajahan itu dilakukan Jeffrey selama enam bulan.


Jeffrey yang berkeliling dunia seorang diri menuju Ushuaia, pria yang akrab disapa Kang JJ ini menyusuri Rute Nasional 3 Argentina sejauh lebih dari 3.000 kilometer dari ibu kota Buenos Aires.


Kang JJ mengaku tidak menemui masalah berarti selama melalui jalur di pesisir timur benua Amerika tersebut. Cuaca musim panas di belahan selatan bumi diakui telah memberikan keberuntungan tersendiri. Padahal jarak Ushuaia dengan ujung utara Kutub Selatan hanya sekitar 1.000 kilometer.


Banyak agen perjalanan menawarkan perjalanan wisata ke kutub. Bahkan saat ini siapapun dapat pergi ke benua dingin tersebut asal sanggup membayar biaya perjalanan yang mencapai 5.000 dolar AS.


“Ya, di Utara sekarang sedang musim dingin, namun di Selatan sebaliknya. Tapi bukan berarti suhu udara di Ushuaia sehangat Indonesia. Karena dekat dengan Antartika, suhu di sini sangat rendah,” jelas penunggang BMW R 1150 GS bernomor polisi B 5010 JP ini.


Praktis Jeffrey hanya terkendala urusan hujan dan angin kencang. Curah hujan yang tinggi terkadang sulit dihindari ketika dirinya berada di tengah jalan. Begitupun dengan angin kencang yang tak sedikit membuat goyang tunggangannya. “Melawan dingin dan mengantisipasi pengaruh angin menjadi bagian yang harus mampu diatasi sepanjang perjalanan, terutama di tengah padang gurun.”


Jeffrey mencatat telah mengoleksi jarak tempuh tak kurang dari 120 ribu kilometer dari Deadhorse di utara Benua Amerika hingga Ushuaia di selatan Benua Amerika melalui Interior (sebutan jalur bagian tengah Kanada), Amerika Serikat, dan Meksiko.


Hampir semua negara di Amerika Tengah dan Selatan disinggahi selama penjelajahan bermisi Ride for Peace (RFP) ini, termasuk menjelajah Brasil selama hampir tiga bulan.


“Sudah hampir sebulan saya berada di Argentina hingga sampai di Ushuaia. Sebelumnya saya menjelajah banyak kota dan provinsi di Brasil. Kita tahu Brasil sangat luas. Saya bertualang dari Barat ke Timur dan kembali ke Barat Brasil,” ungkap pria yang sudah mencicipi Paraguay, Uruguay, Peru, dan Chili ini.


Kang Jeje
Sumber: gilamotor.com
Moonraker-36th-Anniversary
Moonraker 36 th Anniversary

Moonraker, munculnya motor-motor dengan teknologi baru nan canggih, nampaknya semakin membuat para maling motor kian hebat, selain melakukan aksinya dengan cukup sigap dan cepat, para maling motor ini memiliki modus operandi baru dalam menjalankan aksinya. Nah, harus waspada nih.

Beredar kabar, sekarang ini yang menjadi incaran para maling motor adalah para member club motor. Tumbuhnya komunitas / club motor seiring bertumbuhnya pemilik motor baik itu kelas umum maupun kelas premium, memicu tindakan negatif dari beberapa kalangan, salah satunya jaringan maling motor itu sendiri.

Moonraker 36 th Anniversary

Komunitas atau club motor yang sering membuat acara justru dimanfaatkan para maling motor itu. Kelihaian mereka adalah dengan memanfaatkan jiwa brotherhood para anggota club. Caranya? tak jarang, biasanya mereka melancarkan aksinya ketika ada event club, seperti anniversary, bikers day, dan acara paguyuban club lainnya. Ketika para bikers sedang tumpah ruah kesempatan inilah yang mereka manfaatkan.

Menurut keterangan beberapa blogger dan para bikers yang pernah menjadi korban, modus para maling motor ini cukup unik dan santai, yakni mereka ‘berkamuflase’ seolah-olah mereka menjadi bagian komunitas yang membuat acara. Cara gampangnya, mereka para maling motor berpakaian layaknya anggota komunitas / club di acara tersebut.


Moonraker 36 th Anniversary

Para komplotan maling motor dengan sigap memanfaatkan kelengahan dan kelemahan para tamu, dan kurangnya personel pengawasan karena tidak berbanding dengan jumlah tamu yang datang, apalagi dengan atribut yang sama dengan bikers lainnya maka mereka akan leluasa melenggang setelah mendapat barang curiannya tanpa dicurigai oleh Panitia atau pengawas.

Adalagi yang lebih parah nih, memanfaatkan rasa persaudaraan para bikers, si maling motor berani meminjam motor korban dengan alasan untuk menjemput temannya yang masih dijalan karena belum tahu lokasi dan alasan lain sebagainya. Konyolnya, si korban pun takut tidak dibilang nggak ‘kompak’, hingga akhirnya meminjamkan motornya, karena memang tak menaruh curiga bahwa bikers yang meminjam motornya adalah berniat untuk maling motor.

Nah Moonraker, dengan adanya modus operandi para maling yang tergolong unik ini, ada baiknya tetap waspada dalam membuat sebuah event. Kenali dengan teliti para member atau tamu undangan, sehingga hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi.

Subscribe to MOONRAKER INDONESIA by Email
Anniversary 36 Moonraker

Berikut adalah galeri foto malam perenungan Moonraker dan video detik-detik menjelang jam 00.00 AM dalam rangka hari jadi Moonraker yang ke-36 tahun. Acara ini bertempat di Bagusrangin, Bandung tepatnya pada tanggal 27 Oktober 2014 yang dihadiri oleh Sutia Firmansyah selaku Ketua Umum Moonraker Indonesia, Kang Dudee Anwar selaku angkatan lama, Jajaran Pengurus, Koordinator Wilayah dan para anggota yang turut hadir ikut memeriahkan acara bermakna tersebut.

Ulang Tahun Moonraker

Ulang Tahun Moonraker

Ulang Tahun Moonraker

Ulang Tahun Moonraker



Ulang Tahun Moonraker

SEKAPUR SIRIH UNTUK KITA...

Salam solidaritas .. 

Selamat berbahagia dan sukacita para KESATRIA SERIGALA TERBANG dengan berbangga hati telah 36 tahun Organisasi kita berdiri dengan beragam cerita dan bermacam-macam fenomena prestasi juga terpa'an badai cobaan namun KITA tetap berdiri tegak sebagai pembuktian organisasi MOONRAKER adalah sekumpulan Insan yang solid, Bertanggung jawab, serta siap memajukan dan melanjutkan perjuangan para pendahulu hingga mewujudkan banyak prestasi positif.

Kita sadari organisasi MOONRAKER adalah wadah dimana bermacam karakter orang ada didalamnya. Untuk itu marilah dengan usia MOONRAKER yang semakin bertambah maka pupuklah SOLIDARITAS mencetak JATIDIRI dalam Sosialisasi yang tinggi tanpa mengesampingkan tugas dan kewajiban hidup masing-masing.

Puji syukur kepada Tuhan YME di hari jadi MOONRAKER yang ke 36 ini.

Marilah kita sempatkan untuk berdo'a sebagai rasa syukur dan terus menjaga kebersamaan mencetak prestasi dengan membentuk manusia-manusia yang berbudi pekerti luhur hingga dengan berdaulat dalam KELUARGA BESAR MOONRAKER INDONESIA SPORT CLUB (MISC), maka kita akan menjadi sosok masa depan yang handal di keluarga ataupun di masyarakat umum.

Selamat Ulang Tahun MOONRAKER INDONESIA yang ke - 36 tahun, semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Bandung, 28 Oktober 2014.


TTD : JAJARAN PENGURUS PUSAT.

Previous PostOlder Posts Home
Back to top