• moonrakerclub.com

    MISC

    MOONRAKER INDONESIA SPORT CLUB
  • moonrakerclub.com

    MOONRAKER THE LEGEND!!!

    Klub Motor Legendaris Indonesia Sejak 28 Oktober 1978!
  • moonrakerclub.com

    KAMI KLUB MOTOR PRESTASI BUKAN GENG MOTOR

    Klub Moonraker siap menciptakan prestasi dan suasana yang kondusif di Indonesia. Moonraker is not crime!
  • moonrakerclub.com

    Moonraker Is Not Crime!!!

    Junjung Perdamaian Hentikan Kriminalitas dan Anarkisme
  • moonrakerclub.com

    Wanieun!!!

    Kita bersama-sama menjaga keamanan dari tindakan rusuh yang dilakukan oleh kelompok bermotor
  • moonrakerclub.com

    One For All All For One

    Semangat Pemuda untuk berkreativitas dan membuat Indonesia lebih baik.

Wednesday, 18 May 2016

Kegiatan Moonraker Bandung "Beberes" Memperbaiki Lingkungan

kerja-bakti-moonraker
Para anggota membersihkan rumput dan got di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Minggu, 24 April 2016.*/DOK. MOONRAKER



Klub motor Moonraker bekerja bakti membersihkan lingkungan di Dago, Kota Bandung, Minggu, 24 April 2016. Lebih dari 200 anak muda yang bergabung dalam klub berlambang serigala dan sayap garuda itu, mencabuti rumput liar, membersihkan got, dan memunguti sampah dari sebagian Jalan Ir H Djuanda (Dago).

Kegiatan bertajuk Moonraker Indonesia Sport Club Beberes itu berlangsung sejak pukul 7.00 pagi di Terminal Dago, dilanjutkan ke Dago Bengkok, dan berakhir sekitar pukul 11.00 di depan Hotel Jayakarta.

Menurut Sigit Permana, Ketua Umum Moonraker Indonesia, program beberes yang dalam Bahasa Sunda berarti merapikan itu, bertujuan mendukung Pemerintah Kota Bandung dalam memperbaiki lingkungan. "Kami sudah ikut beberes Sungai Cikapundung, bareng Pak Ayi Vivananda, wakil walikota waktu itu. Lalu ikut pembenahan longsor di Curug Dago, yang juga area wisata, dan punya nilai kebudayaan bagi Kota Bandung," kata Masbon, pria yang dikenal sebagai Masbon, saat dihubungi oleh 'PR'.

Ia menuturkan asal ratusan pemuda yang terlibat, bukan hanya dari wilayah Dago dan sekitarnya. Banyak juga mereka yang menyempatkan hadir dari wilayah utara Bandung seperti Ciumbuleuit, Ledeng, dan banyak wilayah yang cukup jauh dari Dago.

kerja-bakti-moonraker


Ia berharap, pelaksanaan bakti sosial dan gerakan lainnya bisa menghapuskan citra negatif berandalan motor yang melekat pada Moonraker. Di samping penyelenggaraan agenda sosial dan lingkungan, para anggota Moonraker Syariah pun rutin mengikutikan tausiyah setiap Jumat. "Kegiatan-kegiatan ini diadakan supaya anak-anak (anggota Moonraker) berubah pola pikirnya. Tidak akan melakukan hal negatif lagi," ujar Masbon.

Moonraker Subang Dalam Memperingati Hari Bumi Mengadakan Kegiatan Bertajuk Pamanukan Goes Green and Clean

Moonraker-Earthday
DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES PEDULI LINGKUNGAN. Komunitas Earth Hour Subang, Reptil Lovers Kalijati, Club Motor Moonraker dan pelajar, serta Kepala BLH Suwarna Murdiaz dalam acara Pamanukan Goes Green and Clean, yang dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Pamanukan, Minggu (1/5).


Aktivis lingkungan dari berbagai komunitas mengadakan kegiatan Pamanukan Goes Green and Clean. Kegiatan yang didukung Earth Hour Subang, Reptil Lovers Kalijati, Club Motor Moonraker dan pelajar, dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Pamanukan, Minggu (1/5).

Ketua Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Subang Sansan Yulinsyah, Kabupaten Subang itu wilayahnya cukup luas. Bukan hanya kota Subang ada juga Selatan dan Utara yang lebih dikenal dengan Pantura. Smeua daerah dijaga kelestarian lingkungannya.

“Harapannya yaitu muncul sebuah kesadaran dari kalangan pemuda dimana, 5-10 tahun ke depan lingkungan ini harus tetap terjaga dan lestari dari berbagai polusi, sehingga bumi yang kita pijak ini tetap hijau. Save Earth Go Green,” ujarnya.
Agenda kegiatan yang bertemakan Pamanukan Goes Green and Clean, antara lain menanam 100 pohon, gerakan nyandak sampah, sosialisasi hemat energi dan savety ready dari club motor.

“Kesadaran dan kepedulian adalah tindakan yang nyata dari sebagian pemuda Subang untuk menjaga lingkungan agar tetap asri. Kita ingin mewariskan mata air bukan air mata untuk cucu kita di massa yang akan datang,” tuturnya.
GPL memiliki program unggulan yaitu recycel bank yaitu menukar sampah dengan sebuah buku untuk menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.

Sementara itu, anggota Moonraker Subang Rully mengatakan, menjaga lingkungan sudah menjadi kewajiban bersama. Terlebih Moonraker memiliki visi dan misi yaitu positif, produktif dan kondusif. Moonraker ingin memperbaiki citra di masyarakat. “Kami peduli lingkungan bukan hanya sebatas hari ini, tapi akan berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan itu akan berlanjut pada tanggal 9 Mei mendatang dengan menghadirkan anggota DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Subang Suwarna Murdias merespon positif dan berterima kasih dimana ada kalangan pemuda yang peduli terhadap lingkungannya. Kegiatan itu diharapkan terus berkelanjutan karena berkaitan dengan Hari Bumi dimana bumi perlu terus dijaga kelestarianya.

“Lingkungan hidup dan alam ini adalah tempat kita bernaung untuk hidup dan kehidupan anak cucu kita. Sumber daya air adalah sumber utama kehidupan manusia. Tanamlah pohon untuk kehidupan yang lebih baik,” tandasnya. (dan/vry)

Saturday, 19 March 2016

Klarifikasi Ketua Umum Moonraker Tentang Suporter Bayaran


Moonraker-Pusamania Borneo FC


Masih ingat laga Piala Bhayangkara antara Pusamania Borneo FC dan Sriwijaya FC pada 18 Maret  2016 kemarin ?

Apa yang terjadi di dalam stadion Si Jalak Harupat bisa dibilang aneh, bukan karena pertandingannya tetapi pendukung Pusamania Borneo FC terekam sedang menyimbolkan kata sandi Wanieun yang menyimpulkan mereka berasal dari klub motor Moonraker.

Moonraker-Pusamania Borneo FCKalau kita lihat mention yang beredar di twitter tentang Moonraker menjadi supporter bayaran dalam hal ini saya sudah verifikasi ke Ketua Umum Moonraker Indonesia bahwa Klub Moonraker terang-terangan rela memberikan dukungan bagi klub Pusamania Borneo FC pada pertandingan yang akan digelar tanggal 22 dan 24 Maret 2016, terkecuali pertandingan melawan Persib.

"Kami sudah dipinta oleh pihak Borneo FC untuk memberikan dukungan. Kami
dibayar oleh mereka." ujar Mas Bondz, Ketua Umum Moonraker Indonesia.

"Kami memang diminta datang untuk meramaikan stadion, supaya tidak terkesan pertandingan ini sepi penonton. Tetapi ya itu, kami datang sebagai suporter Borneo FC."

Ketua-Umum-Moonraker-Indonesia-Mas-BondzSaat ditanya soal klub mana yang sebenarnya ia dukung, Mas Bondz mengungkapkan, ia tetap pendukung setia Persib. "Begini, kalau Borneo FC main melawan Persib, saya dukung Persib. Tetapi kalau Borneo FC lawan klub lain, saya dukung Borneo FC," tutur Mas Bondz, saat dihubungi melalui telepon.

Menjadi suporter dadakan ternyata enak juga. Sebab, selain menerima uang, mereka juga mendapat kaos termasuk parkir, tiket masuk stadion dan pengawalan dari pihak Kepolisian.

Meski mendapat uang dari bisnis suporter bayaran ini, Mas Bondz menuturkan sebenarnya uang yang mereka peroleh tersebut sebagian akan dimasukkan ke Kas karena klub ini butuh income untuk acara seperti Bakti Sosial dan intinya bukan untuk memperkaya diri sendiri, dalam hal ini ia menjelaskan panjang lebar.

Ya memang sangat unik penghasilan yang mereka terima ternyata dikumpulkan dan digunakan untuk sumbangan pada berbagai badan kemanusiaan.

Monday, 15 February 2016

Moonraker Syariah Akan Dibentuk di Daerah


moonraker-syariah


BANDUNG, (PRLM).- Berandalan motor pernah menjadi berita utama media massa. Nyaris semuanya membicarakan kiprah negatif berandal bermotor, mulai dari mengganggu kenyamanan pengguna jalan, sampai terlibat kriminal. Berandalan bermotor bahkan sempat dibubarkan aparat.

Semua pemberitaan buruk itu sempat membuat Ebeth (36) tak mau berbicara dengan media. Pentolan Moonraker Bandung bernama asli Dedy Jumena ini memilih menarik diri. Upaya untuk memperbaiki citra berandalan bermotor sempat dilakukan, seperti penanaman pohon ataupun aksi sosial. Tapi, semua itu tidak mengikis catatan buruk berandalan bermotor.

Menurut Ebeth, belakangan angin perubahan mulai datang. “Sekarang sudah mulai berubah. Gesekan antar kelompok juga tidak seperti dulu,” kata Ebeth, Senin (15/2/2016).

"XTC Hijrah, BRIGEZ Berdzikir, dan GBR Berwudhu tengah menggagas program Pemuda Hijrah Berbagi Hikmah"

Kondisi ini mendukung gerakan perubahan yang diusung oleh Moonraker Syariah. Kegiatan rohani kini mendapat tempat di kalangan anak motor. Gejala ini tidak hanya berlaku di Moonraker. Kelompok-kelompok lainnya juga mulai merambah ke kegiatan rohani, meski bentuknya belum melembaga seperti Moonraker Syariah. Sebut saja gerakan XTC Hijrah, BRIGEZ Berzikir, juga GBR Berwudhu.

Ebeth mengatakan, masing-masing perwakilan kelompok ini bahkan sedang merencanakan sebuah program yang dinamai Pemuda Hijrah Berbagi Hikmah. Perwakilan dari kelompok-kelompok ini akan keliling sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman melahirkan pribadi baru yang lebih baik. Belum terang kapan kegiatan ini akan digulirkan. Tapi, upaya mengarah ke sana sudah dimulai.

“Empat orang perwakilan organisasi ini kemarin diundang ke TVRI, kami juga sudah bertemu ustaz Arifin Ilham. Harapannya bisa menginspirasi anak muda lain yang juga ingin berubah,” kata salah seorang penggagas Moonraker Syariah ini.

Moonraker Syariah sendiri rencananya akan didirikan di daerah lain, seperti Garut, Cirebon, Subang, dan Purwakarta. Targetnya, setiap cabang Moonraker punya Moonraker Syariah.

Cara ini, kata Ebeth, jauh lebih efektif ketimbang upaya pemerintah dan penegak hukum membubarkan atau sekadar mengganti nama organisasi. Sebab bukan nama baru yang membawa perubahan. Perubahan pada masing-masing pribadilah yang akan membawa perbaikan. (Catur Ratna Wulandari)

Moonraker Syariah, Kisah Hijrah Anak Motor


moonraker-syariah


BANDUNG, (PRLM).- Dedy Jumena (36) tidak langsung meladeni permintaan wawancara PRLM dengan salah seorang pentolan Moonraker. “Ini sudah mau azan Zuhur, ngobrolnya setelah salat aja gimana?” kata pria yang akrab dipanggil Ebeth ini, Senin (15/2/2016).

Satu jam berselang, ia menepati janjinya. Di sebuah kedai bakso di Jalan Ternate, Kota Bandung, ia bercerita tentang hijrah dan terbentuknya Moonraker Syariah.

moonraker-syariahSetelah bersalaman, Ebeth memperkenalkan tiga kawannya yang sedang makan siang bersama. Mereka ini aktivis Moonraker Syariah. Meski berlabel syariah, jangan bayangkan penampilan mereka dengan gamis atau sarung, juga kopiah yang selalu terpasang di kepala. Gayanya masih khas anak muda. Seperti anak muda lainnya, mereka masih senang mengenakan jeans dan kaos oblong. “Tetap funky, tapi syar’i,” ujarnya.

Moonraker sempat dikenal sebagai salah geng motor terbesar di Jawa Barat, barangkali juga di Indonesia. Berbagai kasus kriminal yang melibatkan geng motor, membuat kelompok ini dilabeli berandal bermotor. “Anggapan negatif masyarakat tidak bisa dielakkan, walapun di dalamnya tidak sebegitunya juga. Buktinya, Moonraker ini bisa bertahan 30 tahun itu juga karena ada sisi positifnya juga,” katanya.

"Dulu semboyannya Speed Maniac, sekarang Speed to Taqwa"

Sejak berdiri pada 1978, kelompok ini asyik dengan kegiatan yang berkaitan dengan motor. Salah satunya, adu kecepatan di jalan. Sampai jumlah anggotanya membesar dan menyebar ke seantero Indonesia, kelompok ini tidak pernah menyentuh urusan rohani. Meninggalkan salat, mabuk, juga ugal-ugalan di jalan itu salah satu perilaku anggota yang dulu kerap dijumpai.  “Urusan rohani itu dulu dianggapnya urusan sendiri-sendirilah,” kata Wandi Rukmawan (45) yang bergabung dengan Moonraker di tahun awal pendiriannya.

Sejak enam bulan lalu, urusan rohani ini justru jadi bahan perbincangan rutin di kalangan Moonraker. Ebeth bersama beberapa kawannya mempelopori berdirinya Moonraker Syariah. Seminggu sekali mereka mengadakan pengajian di Masjid Ar-Rahman, Terminal Dago. Selepas Isya mereka berkumpul di sana mendengarkan siraman rohani dari ustaz.

Pengajian pertama hanya dihadiri 16 orang. Kini pesertanya bias mencapai 60 orang. “Dibandingkan anggota Moonraker di Bandung saja, jumlah itu sangat kecil. Tapi ini kan niat baik untuk menuju takwa. Dulu semboyannya Speed Maniac, sekarang Speed to Taqwa. Kalau dulu balapnya di jalan, sekarang berlomba-lomba menuju takwa,” ujar Ebeth. (Catur Ratna Wulandari)

Penyuluh Coblong bersama “Moonraker Syariah” Selenggarakan Tabligh Akbar Speed To Taqwa

Moonraker-Syariah


Coblong, Kota Bandung- Penyuluh Kecamatan Coblong Kota Bandung bekerjasama dengan “Moonraker Syariah” menyelengarakan kegiatan Tabligh Akbar dengan tema “Speed To Taqwa” bertempat di Masjid Ar Rahman Terminal Dago Kota Bandung, Sabtu (05/2). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Drs. H. Edwin (salah seorang Anggota DPRD Kota Bandung),  Camat Kec. Coblong, Kepala KUA Kec. Coblong dan Ketua BNN Kota Bandung.

Tampil sebagai penceramah dalam tabligh akbar ini adalah mubaligh muda yang konsen terhadap persoalan-persoalan remaja saai ini yakni  Ust. Dadang Komaridun, S.Pd, Ust. Iwa Muttaqin dan Ust. Evi Effendi. Dalam ceramahnya mereka menyampaikan tentang pentingnya memanfatkan masa muda untuk berkarya dan beribadah kepada Allah Ta’ala agar dapat hidup mulia serta Islam sebagai agama Rahmaran lil Alamin.

 Dadang Komarudin, S.Pd Ketua Pelaksana kegiatan ini dalam keterangnnya mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Tabligh Akbar ini adalah untuk mengkoordinir dan memfasilitasi remaja-remaja yang selama ini lebih akrab dijalanan dan identik dengan kebut-kebutan bahkan kekerasan agar dapat diajak kembali belajar mengaji dan memahami Islam sebagai rahmatan lil alamin. Selain itu sebagai Penyuluh Agama Islam, Dadang Komarudin, S.Pd ingin menampilkan kepada masyarakat bahwa institusi Kementerian Agama yang dengan jargonnya “bersih dan melayani” senatiasa istiqomah melaksanakan program-program pembangunan keagamaan. .

 Kegiatan tabligh akbar bersama “Moonraker Syariah” dengan tema “Speed To Taqwa” di Masjid Ar Rahman ini telah dilaksanakan sebanyak lima kali setiap Jum’at malam yang dimulai pada pukul 19.00 s.d 21.00 WIB.